Situs Sekaran Memikat Ratusan Warga: Nostalgia Layar Tancap Sukses Digelar Akhir Pekan Kemarin

SEKARPURO – Suasana malam di Wisata Situs Sekaran, Desa Sekarpuro, tampak berbeda dari biasanya pada Sabtu dan Minggu malam kemarin (tanggal 20 – 21 Desember 2025). Ratusan warga dari berbagai usia memadati pelataran situs bersejarah ini untuk menyaksikan pemutaran film melalui layar lebar dalam tajuk hiburan Layar Tancap Rakyat.

Acara yang berlangsung selama dua malam berturut-turut ini sukses menghidupkan kembali memori masa lalu sekaligus memperkenalkan potensi wisata sejarah Desa Sekarpuro kepada generasi muda.

Panen Hasil Kebun Sehat: Penilaian Lomba ASMAN TOGA Dahlia 1 Desa Sekarpuro

Sekarpuro, 19 Oktober 2025 — Semangat kemandirian kesehatan dan gizi masyarakat Desa Sekarpuro kembali diuji. Hari ini, Kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (ASMAN TOGA) Dahlia 1 menyambut tim penilai Lomba ASMAN TOGA tingkat Kecamatan Pakis. Penilaian ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan cerminan keberhasilan desa dalam memberdayakan keluarga untuk memanfaatkan potensi alam sebagai sumber obat dan gizi.

Pesona Wisata Situs Sekaran Desa Sekarpuro di Bawah Langit Malam

Saat matahari terbenam dan senja mulai menyelimuti, Desa Sekarpuro, Wisata Situs Sekaran berada, seakan menunjukkan sisi lain keindahannya. Disini, cahaya temaram lampu-lampu taman berpadu harmonis dengan keheningan malam, menciptakan atmosfer yang damai dan menawan. Wisata Situs Sekaran, yang siang hari memancarkan aura historisnya, kini bertransformasi menjadi tempat yang penuh ketenangan.

Cahaya lampu sorot yang lembut berpadu dengan sejuknya udara malam. Suara jangkrik yang bersembunyi di balik semak belukar menjadi musik alam yang menenangkan, mengiringi langkah kaki setiap pengunjung yang datang. Di sudut-sudut tertentu, terlihat warga desa yang duduk santai, berbincang-bincang sambil menikmati kopi dan teh.

Malam di Wisata Situs Sekaran adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Sebuah perpaduan sempurna antara keindahan alam, peninggalan sejarah, dan kearifan lokal yang hidup dan bernapas di bawah naungan rembulan. Tempat ini mengundang setiap pengunjung untuk tak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan terhubung dengan masa lalu yang masih hidup hingga kini.

NGURI-URI BUDAYA, KEPALA DESA SEKARPURO BAGIKAN PECUT KEPADA KELOMPOK KESENIAN BANTENGAN DAN JARANAN SE-DESA SEKARPURO

sekarpuro.desa.id- Budaya merupakan praktik kemasyarakatan yang ekspresinya adalah cipta dan karsa. Pada saat inipun trend Bantengan dan Jaranan sangatlah membooming di kalangan masyarakat. Kebudayaan sendiri semakin lama akan semakin pudar jika tidak dilestarikan, Hal yang sama juga berlaku dengan bantengan dan jaranan kesenian kebanggaan Malang Raya.

Pada Kesempatan kali ini pada hari Minggu, 15/12/2024, Bapak Kepala Desa Sekarpuro SULIRMANTO,S.M menegaskan bahwa dirinya memiliki komitmen untuk turut melestarikan kesenian tradisional bersama masyarakat khususnya Masyarakat Desa Sekarpuro salah satunya yakni melalui pembagian Pecut (Cambuk) untuk bentuk apresasi kepada kelompok Kesenian Bantengan/Jaranan Di Desa Sekarpuro yang berjumlah 12 Kelompok Bantengan/Jaranan.

Peletakan Batu Pertama Wisata Sekaran

Sekarpuro – Acara peletakan batu pertama sebagai awal dimulainya pembangunan Wisata Sekaran dilaksanakan pada Jum’at, 12 Mei 2023. Dalam acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sekarpuro Sulirmanto, S.M. dan dihadiri oleh Semua Perangkat Desa dan elemen masyarakat beserta BPD dan LPMD.

Acara dibuka dengan doa bersama dilanjutkan dengan peletakan batu pertama di wilayah wisata Desa Sekaran. Sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan, kegiatan pembangunan ini terdiri dari Kolam Renang, Kolam Pemancingan dan masih banyak aktivitas penunjang lainnya. Sulirmanto, S.M. juga menyampaikan bahwa dengan peletakan batu pertama ini maka kegiatan pembangunan Wisata Desa Sekaran beserta fasilitas penunjangnya secara resmi telah dimulai.

Pada kesempatan berikutnya, Kepala Desa menyampaikan sambutannya bahwa waktu yang ada untuk pembangunan Wisata Sekaran ini memerlukan waktu yang lumayan panjang, pelaksanaan pembangunan Wisata ini harus dilakukan dengan tepat waktu.  “Pelaksanaan pembangunan ini harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada dan saya berharap dengan Wisata Sekaran yang baru nanti dapat lebih meningkatkan perekonomian Desa.”

Puncak acara ini ditandai dengan peletakan batu pertama pada area yang akan dibangun Wisata Desa Sekaran. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kepala Desa, kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua BPD, Ketua LPMD dan dilanjutkan oleh Perangkat Desa.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh rohaniwan, dengan harapan supaya pekerjaan pembangunan Wista Desa Sekaran beserta fasilitas penunjangnya ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan sehingga dapat selesai sesuai rencana. 

Pelatihan Pembuatan Telur Asin bersama TP-PKK Desa Sekarpuro Tahun 2022

Dokumentasi Pelatihan (2022)

Sekarpuro (30/12/2022) — Pelatihan pembuatan telur asin memiliki tujuan untuk dapat memberikan wawasan tentang bagaimana cara pembuatannya. Telur asin memiliki banyak manfaat mulai dari membentuk dan mempertahankan kepadatan serta kekuatan tulang dan gigi. Selain baik untuk mencegah osteoporosis, kalsium juga dapat mempercepat proses pembekuan darah. Kalsiun juga bersifat penunda lapar sehingga baik untuk mereka yang ingin diet secara sehat dan alami. Selain itu kalsium bisa membantu menstabilkan tekanan darah seseorang karena membantu mengontrol pergerakan otot jantung dan lainnya.

Pelatihan ini dilaksanakan sesuai dengan goals pada SDGs mengenai pertumbuhan ekonomi yang merata, diharapkan dapat membuat masyarakat berinovasi dan memproduksi telur asin untuk diperjual belikan. Instruktur memaparkan materi dari mulai pemilihan telur, pembuatan adonan dan pembuatan telur asinnya. Setelah pemaparan dilanjutkan dengan praktek pembuatan telur asin oleh peserta didampingi oleh istruktur serta ada tanya jawab dengan instruktur.

Antusias Warga Meriahkan Pentas Seni Semarak Kemerdekaan RI Ke-77 Desa sekarpuro

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan  Republik Indonesia (RI) diperingati hampir seantero masyarakat hingga pelosok tanah air. 

Begitu juga Desa Sekarpuro, wajah kampung pun disulap menjadi indah dipandang mata dengan nuansa warna-warni. Tak ketinggalan, beragam lomba pun digelar mulai dari tingkat RT/RW juga ikut  menyemarakkan hari kemerdekaan.

Semarak HUT Ke 77  RI tahun ini pun turut dirasakan oleh seluruh warga di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, yang menggelar pentas seni dan beragam tari tradisional, di Lapangan Gempol, Desa  Sekarpuro.

Selain pentas seni dan beragam tari tradisional, beberapa hari sebelumnya juga dilaksanakan lomba PBB Kreasi dan Kampung Pancasila & Kebersihan Lingkungan yang diikuti oleh masyarakat Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis.

Progres Pembangunan Taman Wisata, Kepala Desa Sekarpuro: Kami Mulai Merintis Desa Wisata

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan telah menjadi agenda global setiap negara. Oleh karena itu, setiap dari kita yang akan dan terlibat dalam pengembangan destinasi wisata haruslah menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Secara sederhana, adapun konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan menekankan pada 3 (tiga) prinsip. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Layak secara ekonomi
    Artinya, prinsip pembangunan harus memberikan nilai manfaat ekonomi yang berarti bagi pembangunan wilayah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
  2. Berwawasan lingkungan
    Menekankan proses pembangunan yang tanggap dan memperhatikan upaya-upaya pelestarian lingkungan, baik alam maupun budaya. Pembangunan pariwisata juga harus seminimal mungkin menekan dampak negatif yang menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekologi.
  3. Dapat diterima secara sosial
    Menekankan bahwa proses pembangunan pariwisata harus dapat diterima secara sosial, di mana upaya-upaya pembangunan yang dilakukan harus memperhatikan nilai-nilai/norma-norma yang ada di lingkungan masyarakat.

Semoga destinasi wisata di Desa Sekarpuro segera terealisasikan sehingga menjadikan Desa Sekarpuro menjadi lebih maju, makmur dan sejahtera. Jaya!!!

Situs Purbakala Desa Sekarpuro Pakis Malang

Situs Purbakala di Sekarpuro Malang Telah Ditemukan 5 Bulan Lalu, Ada Temuan Koin Kuno Hingga Emas

Situs purbakala yang ditemukan di proyek pembangunan jalan Tol Malang – Pandaan ternyata sudah ditemukan pada November 2018.

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Arifin (44) Ketua RT 15 RW 08 Kelurahan Sekarpuro, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

“Penemuan situs purbakala ini berserta benda-benda kuno sebenarnya sudah ditemukan sejak lima bulan lalu saat Truk Bego menguruk tanah yang ada di sana,” ucapnya.

Jarak antara penemuan situs purbakala yang berupa struktur bangunan batu-bata dengan penemuan benda-benda kuno sekitar 200 meter.

Kata Cak Mat panggilan akrabnya itu mengaku, tak hanya menemukan koin kuno saja, dirinya juga menemukan emas.

Emas yang ditemukan oleh Cak Mat itu berbentuk segi delapan dengan panjang satu centimeter.

“Kalau bentuk dan fungsinya saya tidak tahu. Tapi kata Dwi Cahyono, ahli sejarawan, emas yang ditemukan itu berbentuk delapan penjuru mata angin seperti yang ada pada zaman Kerajaan Majapahit,” ujar Cak Mat.

Cak Mat mengaku emas yang ia temukan itu pernah ditawar oleh seorang kolektor benda kuno sebesar Rp 4 Juta.

Namun ia tak mau menjualnya lantaran ia ingin mengkoleksi benda-benda kuno yang ia temukan tersebut.

“Sudah banyak yang menawar, tapi saya enggan untuk menjual. Berbeda dengan warga yang lain, saya memang tidak mau menjual koleksi ini,” ucapnya.

Kata Cak Mat panggilan akrabnya itu mengaku, tak hanya menemukan koin kuno saja, dirinya juga menemukan emas.

Emas yang ditemukan oleh Cak Mat itu berbentuk segi delapan dengan panjang satu centimeter.

“Kalau bentuk dan fungsinya saya tidak tahu. Tapi kata Dwi Cahyono, ahli sejarawan, emas yang ditemukan itu berbentuk delapan penjuru mata angin seperti yang ada pada zaman Kerajaan Majapahit,” ujar Cak Mat.

Cak Mat mengaku emas yang ia temukan itu pernah ditawar oleh seorang kolektor benda kuno sebesar Rp 4 Juta.

Namun ia tak mau menjualnya lantaran ia ingin mengkoleksi benda-benda kuno yang ia temukan tersebut.

“Sudah banyak yang menawar, tapi saya enggan untuk menjual. Berbeda dengan warga yang lain, saya memang tidak mau menjual koleksi ini,” ucapnya.

“Jadi koin ini ditemukan tiga meter di dalam tanah di sebuah lemari seperti peti. Kemudian lemari itu pecah dan koin itu berserakan,” ujarnya.

Saat ditanya di mana posisi lemari tersebut, kata Cak Mat telah hancur dan dibuang oleh petugas pembangunan Tol Malang – Pandaan.

Cak Mat hanya memperoleh lempengan besi bekas dari hancurnya lemari tersebut.

“Tak hanya emas, saya juga menemukan benda-benda lain seperti alat pahat, gerabah dan batu akik,” tandasnya.

Sumber: SuryaMalang.com

Hijab Khalewale Desa Sekarpuro Malang

Kerap Dicibir, Kini Hijab Produk Warga Sekarpuro Ini Jadi Favorit Artis Instagram

Siapa menyangka bila usaha rumahan di Pakis, Kabupaten Malang mampu produksi hijab berkualitas favorit artis Instagram. Hijab berbahan viscose dengan label Khalewale itu kian laris manis tak hanya dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Hijab bahan viscose banyak diminati karena bahan nyaman dipakai serta mudah dibentuk. Selain itu, hijab yang diberi nama Jumeirah ini juga tidak mudah kusut sehingga banyak hijaber (sebutan bagi wanita modis berhijab) banyak memborong hijab seharga Rp 40 ribu itu.

Artis Instagram seperti Amelia Elle dan Aghnia Punjabi rupanya kerap mengenakan hijab produksi Ratna Roihaanah Azmi. Wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu bisa menjual minimal 400-500 pcs hijab dalam waktu seminggu saja.

Jumlah itu hanya memenuhi pasar dalam negeri, sebab wanita yang akrab disapa Nana itu kebanjiran tawaran dari luar negeri. Sayang, Nana belum mau mengirim produk hijab Khalewale ke luar negeri.

“Belum, soalnya masih kewalahan sama stok dalam negeri,” ujarnya kala ditemui MALANGTIMES di rumahnya kawasan Sekarpuro Pakis Kabupaten Malang, Selasa (14/3/2017). Tak pelak, omset usaha hijab Nana itu cukup besar yakni berkisar Rp 20-25 juta.

Hijab Khalwale dijual hanya secara online di akun Instagram @khalewale. Soal nama produk, Nana mengaku punya alasan. Kata ‘Khalewale’ diambil dari bahasa Arab sehari-hari yang artinya terserah.

“Khalewale mengandung banyak makna. Itu bisa berarti terserah. Dan buat saya terserah orang mau bilang apa tentang jualan saya,” tutur wanita berkacamata itu.

Pemilihan nama ‘Khalewale’ tak lain karena banyak yang mencibir keputusan Nana memilih berjualan hijab dibanding bekerja lebih mapan. Apalagi predikat sebagai sarjana, Nana kerap disindir.

“Terserah orang lain jual yang lagi tren misal pasmina instan, tapi bila saya nggak sreg jualan trend seperti itu ya sudah saya jual yang sesuai dengan kemauan saya. Saya tak mau semata mengikuti tren,” kata Nana.

Hijab berlabel Khalewale produksi Nana dibuat di rumahnya di Sekarpuro, Pakis Kabupaten Malang. Selain ia turun tangan dalam proses produksi mulai pemilihan kain hingga menjahit, Nana juga memperkerjakan dua orang ibu rumah tangga.

“Karena saya sangat menjaga kualitas, agak susah mencari pegawai yang bisa sesuai keinginan saya. Makanya saya kewalahan hingga pembeli harus pre-order dulu untuk bisa dapat Jumeirah dari Khalewale,” tandasnya. (*)

Sumber: MalangTimes.com