Sekarpuro, 23 September 2025 – Komitmen Pemerintah Desa Sekarpuro untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kembali dibuktikan. Hari ini, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode 3 (Bulan Juli, Agustus, September) telah dilaksanakan dengan sukses dan tertib di Balai Desa Sekarpuro.
Bantuan ini merupakan salah satu program unggulan dari Dana Desa yang secara khusus dialokasikan untuk membantu keluarga kurang mampu dan rentan di tengah tantangan ekonomi saat ini, serta menjadi upaya nyata dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem di Desa Sekarpuro.
Saat matahari terbenam dan senja mulai menyelimuti, Desa Sekarpuro, Wisata Situs Sekaran berada, seakan menunjukkan sisi lain keindahannya. Disini, cahaya temaram lampu-lampu taman berpadu harmonis dengan keheningan malam, menciptakan atmosfer yang damai dan menawan. Wisata Situs Sekaran, yang siang hari memancarkan aura historisnya, kini bertransformasi menjadi tempat yang penuh ketenangan.
Cahaya lampu sorot yang lembut berpadu dengan sejuknya udara malam. Suara jangkrik yang bersembunyi di balik semak belukar menjadi musik alam yang menenangkan, mengiringi langkah kaki setiap pengunjung yang datang. Di sudut-sudut tertentu, terlihat warga desa yang duduk santai, berbincang-bincang sambil menikmati kopi dan teh.
Malam di Wisata Situs Sekaran adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Sebuah perpaduan sempurna antara keindahan alam, peninggalan sejarah, dan kearifan lokal yang hidup dan bernapas di bawah naungan rembulan. Tempat ini mengundang setiap pengunjung untuk tak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan terhubung dengan masa lalu yang masih hidup hingga kini.
Sabtu, 30 Agustus 2025. Kami bangga mempersembahkan sebuah perayaan yang lebih dari sekadar tontonan. Dalam memperingati HUT Republik Indonesia ke-80, Karnaval Desa Sekarpuro 2025 hadir dengan tema yang membakar semangat: “Perjuangan dan Kemerdekaan”. Tema ini bukan hanya sekadar kata, melainkan cerminan dari jiwa dan tekad para leluhur kita yang telah berjuang demi kemerdekaan. Karnaval ini adalah jantung dari desa kami. Ini adalah momen dimana semua elemen masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua, bersatu padu. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih sangat kuat di desa kami. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk merasakan denyut nadi Sekarpuro dan merayakan identitas yang telah membentuk kita.
Delapan dekade lalu, tepat 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Indonesia menggema di seluruh nusantara. Kini, saat kita merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia 2025, gema itu kembali terasa. Bukan lagi sekadar pekik perjuangan fisik, melainkan panggilan jiwa untuk memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya.
Segenap pimpinan dan jajaran Pemerintah Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80. Semoga semangat persatuan senantiasa memperkokoh langkah kita menuju Indonesia Maju.
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Desa Asrikaton Kec. Pakis diikuti Bpk. Kepala Desa Sekarpuro dan Bpk. Sekretaris Desa Sekarpuro Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Desa Asrikaton Kec. Pakis diikuti Bpk. Kepala Desa Sekarpuro dan jajaran Perangkat Desa SekarpuroUpacara Penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Desa Asrikaton Kec. Pakis diikuti Bpk. Kepala Desa Sekarpuro dan jajaran Perangkat Desa SekarpuroUpacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Wisata Situs Sekaran Desa SekarpuroUpacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Wisata Situs Sekaran Desa SekarpuroUpacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Wisata Situs Sekaran Desa SekarpuroUpacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Wisata Situs Sekaran Desa Sekarpuro
Warga Desa Sekarpuro khususnya di wilayah Pemerintah Desa Sekarpuro, memiliki tradisi khas dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu malam tirakatan. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, tepatnya selepas salat magrib. Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Untuk peringatan HUT ke-80 RI yang jatuh pada Minggu 17 Agustus 2025, tradisi tirakatan akan digelar pada Sabtu malam 16 Agustus 2025. Suasana tirakatan begitu meriah. Jalan-jalan kecil dan gang biasanya ditutup untuk lokasi acara, di mana warga berkumpul, berdoa, dan menikmati hidangan. Selain mempererat silaturahmi, tirakatan menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan dan nasionalisme kepada generasi muda.
23-07-2025–Tahun 2022, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat 15,5 Juta masyarakat Indonesia menderita Penyakit jantung. Kematian akibat penyakit jantung menempati posisi teratas di tingkat Dunia maupun Indonesia, dengan perkiraan satu dari tiga orang tutup usia karena penyakit ini. Menurut data yang dikeluarkan oleh RSUD Kanjuruhan pada tahun 2024, 9.000 jiwa di Kabupaten Malang menderita Penyakit Jantung (Sumber: Radar Malang). Karena jumlah penderita penyakit jantung terbilang fluktuatif, Kabupaten Malang menginisiasi adanya senam jantung sehat dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk mengirimkan perwakilan guna mengikuti pelatihan di Kabupaten. Wahana Situs Sekaran menjadi tempat senam jantung sehat yang kini rutin dilaksanakan seminggu sekali di hari Minggu oleh Desa Sekarpuro. Kegiatan ini menjadi momen yang bukan hanya menyehatkan, tetapi mempererat kebersamaan antar masyarakat. Senam Jantung menjadi pilihan karena memberikan banyak kebermanfaatan seperti menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kinerja jantung, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi stress, meningkatkan daya tahan tubuh, dan banyak lagi. Dari kegiatan sederhana ini, pemerintah desa berharap masyarakat Sekarpuro dapat merasakan manfaat dan semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat.
Senam Jantung Sehat di Wahana Wisata Situs SekaranSenam Jantung Sehatdi Wahana Situs Sekaran pada tanggal 20 Juli 2025
Tahun 2022, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat 15,5 Juta masyarakat Indonesia menderita Penyakit jantung. Kematian akibat penyakit jantung menempati posisi teratas di tingkat Dunia maupun Indonesia, dengan perkiraan satu dari tiga orang tutup usia karena penyakit ini.
Menurut data yang dikeluarkan oleh RSUD Kanjuruhan pada tahun 2024, 9.000 jiwa di Kabupaten Malang menderita Penyakit Jantung (Sumber: Radar Malang). Karena jumlah penderita penyakit jantung terbilang fluktuatif, Kabupaten Malang menginisiasi adanya senam jantung sehat dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk mengirimkan perwakilan guna mengikuti pelatihan di Kabupaten.
Wahana Situs Sekaran menjadi tempat senam jantung sehat yang kini rutin dilaksanakan seminggu sekali di hari Minggu oleh Desa Sekarpuro. Kegiatan ini menjadi momen yang bukan hanya menyehatkan, tetapi mempererat kebersamaan antar masyarakat.
Senam Jantung menjadi pilihan karena memberikan banyak kebermanfaatan seperti menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kinerja jantung, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi stress, meningkatkan daya tahan tubuh, dan banyak lagi. Dari kegiatan sederhana ini, pemerintah desa berharap masyarakat Sekarpuro dapat merasakan manfaat dan semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat.
Senam Jantung Sehat di Desa Sekarpuro pada tanggal 13 Juli 2025Senam Jantung Sehat di Desa Sekarpuro pada tanggal 20 Juli 2025
Minggu pagi, 20 Juli 2025, Masjid Al-Anwar di Dusun Sawojajar 2, di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, dipenuhi ratusan warga yang datang sebelum fajar. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan Subuh Keliling (Suling) program rutin dari Bupati Malang yang menggabungkan ibadah, silaturahmi, dan pelayanan publik langsung di tengah masyarakat. Kegiatan dimulai dengan sholat subuh berjamaah yang diikuti oleh Bupati dan jajarannya bersama warga. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai layanan gratis, mulai dari bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan, hingga pelayanan administrasi seperti Dukcapil, SIM, KUA, dan layanan Disperindag. Semua dilakukan di satu tempat, secara langsung, dan tanpa dipungut biaya.
“Suling bukan hanya tentang ibadah subuh berjamaah, tapi juga bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” ujar Pak Bambang, salah satu penyelenggara kegiatan Suling. Ia menilai kehadiran langsung Bupati membuat masyarakat merasa lebih diperhatikan dan didengar. Hal serupa disampaikan oleh Pak Narno, warga lainnya. Menurutnya, kegiatan ini membawa suasana yang berbeda karena pemimpin daerah turun langsung ke lapangan dan menyaksikan kondisi masyarakat secara nyata. “Biasanya masyarakat harus ke kantor pelayanan, tapi hari ini semua dibawa ke sini. Ini sangat membantu,” tuturnya. Kegiatan Suling sendiri bukan hal baru. Selama dua tahun terakhir, program ini sudah berjalan sebanyak 140 kali di berbagai wilayah Kabupaten Malang. Kecamatan Pakis sudah tiga kali menjadi lokasi kegiatan, dan kali ini merupakan yang pertama di Masjid Al-Anwar.
Program ini merupakan inisiatif langsung dari Bupati Kabupaten Malang. Biasanya dilaksanakan setiap Jumat pagi, namun apabila ada kendala jadwal, pelaksanaan dialihkan ke hari Minggu seperti yang terjadi kali ini. Meski begitu, antusiasme warga tetap tinggi. Sekitar 1.500 orang hadir memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan. Kegiatan Suling memberikan nuansa baru dalam pelayanan publik. Selain memperkuat nilai religius, kegiatan ini juga membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi dan pelayanan yang humanis. Dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak besar, Suling menjadi jembatan antara pemerintah dan warga. Program ini menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan cara yang lebih dekat, langsung, dan menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pelaksanaan sholat subuh bersama Bupati Kabupaten Malang di acara Subuh Keliling pada tanggal 20 Juli 2025.Bupati Kabupaten Malang, Bapak Drs. H. M. Sanusi, M.M. Berkeliling memastikan jalannya pos-pos pelayanan yang disediakan di acara Subuh Keliling pada tanggal 20 Juli 2025.Serah terima berkas Administrasi Kependudukan dari Bapak Bupati Kabupaten Malang, kepada salah satu warga Desa Sekarpuro.
Tradisi Suroan merupakan salah satu kegiatan budaya dan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat Desa Sekarpuro. Pada tahun ini, kegiatan tersebut diselenggarakan pada Jumat, 27 Juni 2025 di wilayah Sekaran dan 11 Juli 2025 di wilayah Wiyagan.
Acara ini diawali dengan kegiatan istighosah serta pembacaan doa-doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah memakmurkan Desa Sekarpuro. Doa-doa dipanjatkan dengan khidmat oleh seluruh peserta yang hadir sehingga tercipta suasana religius dan penuh kebersamaan.
Setelah rangkaian doa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama secara sederhana. Momen ini menjadi simbol rasa syukur warga, serta mempererat tali silaturahmi antar warga dalam suasana yang hangat dan penuh makna. Tradisi ini tidak hanya menjadi wadah spiritual, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelestarian kearifan lokal dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Sekarpuro.
Suroan di Situs Sekaran pada tanggal 27 Juni 2025Suroan di Dusun Wiyagan pada tanggal 11 Juli 2025
Pada Sabtu, 5 Juli 2025, mahasiswa KKN FIA UB Kelompok 26 menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan Digital bagi UMKM yang bertempat di Balai Desa Sekarpuro. Pada kegiatan ini, Mahasiswa FIA UB berkesempatan untuk mengundang salah satu pemateri yang memiliki keahlian pada bidang keuangan digital yaitu kak Haya Ailiya Fitarakhman. Sosialisasi ini diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi usaha dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan modern.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital melalui pengenalan berbagai metode pembayaran non-tunai yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya. Salah satu materi utama yang dibahas adalah penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran yang praktis, aman, dan efisien.
Selain membahas QRIS, kegiatan ini juga mencakup edukasi mengenai pembayaran tagihan secara digital, khususnya pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pemateri menjelaskan cara melakukan pembayaran PBB melalui aplikasi GoPay, mulai dari pencarian layanan, memasukkan data tagihan, hingga proses transaksi. Penjelasan ini diberikan untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi secara mandiri dan efisien.