Panen Lele Berbuah Kepedulian, Pokdakan Sekar Kedaton Sedekahkan 20 Kg Lele untuk Warga Fakir Miskin

Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan masyarakat Desa Sekarpuro. Kali ini, kepedulian tersebut hadir melalui kegiatan sedekah lele tadi pagi 03/09/2026 yang diinisiasi oleh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Sekar Kedaton RW 12, dengan membagikan hasil panen lele kepada warga fakir miskin di lingkungan RW 12.

Sebanyak 20 kilogram lele hasil panen dibagikan kepada 20 warga fakir miskin, masing-masing mendapatkan bagian sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Menariknya, pembagian bantuan tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Desa Sekarpuro, Bapak Sulirmanto. Dengan mendatangi dan menyerahkan sendiri bantuan kepada warga penerima, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda sosial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kedekatan antara pemerintah desa dengan masyarakat.

Kegiatan sedekah lele ini merupakan bagian dari pemanfaatan hasil budidaya ikan yang sebelumnya mendapatkan dukungan bantuan dari Pemerintah Desa Sekarpuro kepada Pokdakan Sekar Kedaton RW 12. Bantuan tersebut kemudian dikelola dan dikembangkan oleh kelompok hingga menghasilkan panen yang tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial bagi lingkungan sekitar.

Keberhasilan panen tersebut tidak lepas dari kekompakan, kerja sama, dan komitmen seluruh anggota Pokdakan Sekar Kedaton. Mulai dari proses pemeliharaan hingga panen, seluruh anggota turut berperan sehingga budidaya lele dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan.

Bagi Pemerintah Desa Sekarpuro, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan masyarakat akan memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola dengan kebersamaan dan semangat gotong royong. Hasil budidaya tidak hanya dinikmati oleh kelompok, tetapi juga dapat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kepedulian sosial.

Kepala Desa Sekarpuro, Sulirmanto, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Ketika hasil panen bisa berbagi dan membantu warga yang membutuhkan, tentu manfaatnya menjadi lebih luas. Inilah semangat kebersamaan dan gotong royong yang ingin terus kita tumbuhkan di Desa Sekarpuro,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Pokdakan Sekar Kedaton Bambang Heriyanto merasakan bahwa kegiatan sedekah lele menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menyampaikan bahwa hasil kerja keras selama proses budidaya akhirnya dapat memberikan kebahagiaan bagi warga lain yang membutuhkan.

Dari kolam-kolam budidaya ikan, lahir sebuah pesan sederhana namun bermakna: keberhasilan akan terasa lebih indah ketika dapat dibagikan kepada sesama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara Pemerintah Desa Sekarpuro dan masyarakat mampu menciptakan manfaat yang lebih besar. Bantuan pemerintah desa menjadi modal pemberdayaan, kekompakan kelompok menjadi kekuatan, dan kepedulian sosial menjadi tujuan akhirnya.

Semangat tersebut diharapkan terus berkembang, sehingga semakin banyak program pemberdayaan masyarakat di Desa Sekarpuro yang tidak hanya mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga memperkuat kepedulian, persaudaraan, dan budaya gotong royong di tengah masyarakat. (KangZen)

Semarak Karnaval Seni dan Budaya Desa Sekarpuro, Ribuan Warga Tumpah Ruah Meriahkan HUT RI ke-81

SEKARPURO, PAKIS – Semangat kemerdekaan begitu terasa di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Pada 29 Agustus 2026, ribuan warga memadati jalan-jalan desa untuk menyaksikan sekaligus memeriahkan Karnaval Seni dan Budaya dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Gelaran akbar yang diprakarsai Pemerintah Desa Sekarpuro ini menampilkan beragam kreativitas, seni, budaya, kostum dan atraksi masyarakat tersebut menjadi salah satu puncak perayaan HUT RI ke-81 di Desa Sekarpuro. Suasana meriah semakin terasa ketika rombongan peserta dari berbagai wilayah desa mulai bergerak menyusuri rute karnaval dengan membawa berbagai kreasi dan pertunjukan yang telah dipersiapkan.

Kesuksesan kegiatan tersebut tentunya tidak datang secara instan. Pemerintah Desa beserta Panitia membutuhkan waktu persiapan sekitar dua hingga tiga bulan, sejak pembentukan kepanitiaan hingga pelaksanaan. Berbagai koordinasi dilakukan secara intensif agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, aman dan mampu memberikan hiburan terbaik bagi masyarakat.

Karnaval ini juga mendapat perhatian dari jajaran Forkopimcam Pakis. Hadir langsung Camat Pakis, Ibu Prestiya Yunika, AP., S.Sos., M.Si., serta Kapolsek Pakis, AKP Bambang Subinajar. Sementara itu, Kepala Desa Sekarpuro, Bapak Sulirmanto, S.M., turun langsung membersamai para peserta dalam kemeriahan karnaval di sepanjang rangkaian kegiatan.

👥 Diikuti Sekitar 1.000 Peserta

Dalam wawancara bersama Reporter KIM Sekar Wangi, Ketua Panitia Karnaval Seni dan Budaya, Bapak Heru Subekti, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh sekitar 1.000 personel peserta karnaval.

Dari total 17 RW yang ada di Desa Sekarpuro, sebanyak 14 RW berpartisipasi dalam memeriahkan karnaval, sementara beberapa RW lainnya berhalangan mengikuti kegiatan.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Persiapan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari agar seluruh peserta dapat menampilkan yang terbaik,” ungkap Heru Subekti dalam wawancara tersebut.

Tak hanya jumlah peserta yang fantastis, kemeriahan karnaval juga didukung oleh pengerahan armada tata suara dalam jumlah besar. Panitia mencatat terdapat 14 kendaraan khusus untuk membawa sound system, yang terdiri atas 12 truk besar dan 2 unit pick-up. Jumlah tersebut belum termasuk kendaraan yang digunakan untuk menunjang kebutuhan logistik selama kegiatan berlangsung.

🇮🇩 Bukan Sekadar Hiburan, Tetapi Wujud Kebersamaan

Karnaval Seni dan Budaya Desa Sekarpuro bukan sekadar menjadi tontonan masyarakat. Di balik kemeriahan kostum, kendaraan hias, musik dan berbagai pertunjukan yang ditampilkan, tersimpan semangat gotong royong, kreativitas dan persatuan warga.

Keterlibatan masyarakat dari berbagai RW menunjukkan bahwa peringatan HUT RI menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap seni dan budaya Indonesia.

Kepala Desa Sekarpuro yang terlibat langsung serta turut membersamai peserta Karnaval semakin menambah semangat warga. Kebersamaan antara pemerintah desa, panitia, aparat keamanan dan masyarakat menjadi salah satu kunci terselenggaranya kegiatan dengan baik.

🛡️ Berlangsung Aman dan Lancar

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar seribu orang serta dukungan puluhan kendaraan, pengamanan dan koordinasi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Berkat kerja sama seluruh pihak, seluruh rangkaian Karnaval Seni dan Budaya Desa Sekarpuro berlangsung aman, tertib, lancar dan sukses tanpa hambatan berarti, sejak awal hingga akhir kegiatan.

Karnaval yang diprakarsai Pemerintah Desa Sekarpuro tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa semangat kemerdekaan masih begitu kuat di tengah masyarakat. Dari Desa Sekarpuro, semangat “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” diwujudkan melalui kebersamaan, kreativitas dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa.

Karnaval Seni dan Budaya HUT RI ke-81 Desa Sekarpuro pun bukan hanya meninggalkan kemeriahan, tetapi juga meninggalkan cerita tentang persatuan dan gotong royong antara Pemerintah Desa beserta warga yang akan terus dikenang. (KangZen)

Semarak Peringatan Maulid Nabi SAW di Musholla Baitul Mukminin Sekarpuro: Meneladani Rasulullah dan Mempererat Tali Silaturahmi

SEKARPURO MALANG – Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Musholla Baitul Mukminin, RW 04 Dusun Wiyagan, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang pada Rabu (26/8/2026).

Acara keagamaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sekarpuro, Bapak Sulirmanto, serta warga mulai dari anak-anak hingga orang tua yang memadati area musholla sejak pukul 19.30 WIB hingga menjelang tengah malam.

Rangkaian acara diawali dengan gema lantunan Sholawat Simtudduror yang dibawakan secara khusyuk oleh tim Jamah Sholawat Wiyagan. Alunan sholawat yang merdu menyelimuti suasana, membawa kekhusyukan bagi seluruh jemaah yang hadir.

Apresiasi dan Pentingnya Meneladani Rasulullah

Ketua Panitia, H. Purwanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran panitia dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan acara tersebut.

“Terima kasih banyak kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan jemaah yang sangat antusias hadir memadati Musholla Baitul Mukminin untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar H. Purwanto.

Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh K.H. Imam Ma’ruf, Pengasuh Pondok Pesantren PPAI Anwarul Islam Kepanjen sekaligus Wakil Rois Syuriah PCNU Kabupaten Malang. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan makna mendalam di balik peringatan kelahiran Rasulullah SAW dan bagaimana umat Islam dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW memperingati kelahirannya dengan cara berpuasa. Sehingga kita bisa mencontoh beliau dengan cara berpuasa untuk kelahiran diri kita atau anak kita. Dengan harapan putra-putri kita menjadi anak yang soleh dan solihah,” pesan K.H. Imam Ma’ruf di hadapan jemaah.

Keceriaan Jemaah dan Pembagian Doorprize

Tidak hanya diisi dengan nuansa spiritual, acara ini juga berlangsung meriah dengan adanya sesi pembagian doorprize. Warga yang hadir nampak antusias menunggu pengundian berbagai hadiah menarik yang disiapkan oleh panitia.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Wiyagan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga Desa Sekarpuro. (KangZen)

Semarak Pertandingan Final Turnamen Voli TP PKK Desa Sekarpuro “Oruprakes JS One 2026”

Sekarpuro, Pakis, Malang — Gelaran Turnamen Voli TP PKK Desa Sekarpuro “Oruprakes JS One 2026” resmi mencapai pertandingan terakhir yang berlangsung meriah di Lapangan Voli JS One RW 16, Dusun Sawojajar 2A, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Turnamen yang telah dimulai sejak 4 Juli 2026 tersebut diikuti oleh ibu-ibu TP PKK seluruh RW yang ada di wilayah Desa Sekarpuro. Sejak awal penyelenggaraan, pertandingan mendapat sambutan dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang hadir memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masing-masing hingga malam pertandingan puncak.

Rangkaian pertandingan terakhir diawali dengan perebutan juara ketiga antara tim RW 04 melawan RW 12. Pertandingan berlangsung sengit dan mendapat dukungan meriah dari para suporter. Setelah melalui persaingan yang cukup ketat, RW 12 berhasil memenangkan pertandingan dan memastikan diri sebagai juara ketiga Turnamen Voli TP PKK Desa Sekarpuro “Oruprakes JS One 2026”.

Suasana semakin meriah ketika memasuki partai final, yang mempertemukan tuan rumah RW 15 melawan RW 09. Dukungan luar biasa diberikan oleh warga dan suporter kedua tim. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, tim RW 15 harus mengakui keunggulan RW 09 setelah pertandingan berakhir dengan skor 3–1 untuk kemenangan RW 09.

Dengan hasil tersebut, RW 09 berhasil menjadi Juara 1, sementara RW 15 menempati Juara 2 dan RW 12 sebagai Juara 3. Selain pertandingan yang berlangsung kompetitif, gelaran ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan semangat sportivitas antarwarga Desa Sekarpuro.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Penyelenggara bapak Atim yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, suporter, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan turnamen sejak awal hingga pertandingan final.

Camat Pakis, Ibu Prestiya Yunika, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia penyelenggara, dan seluruh warga Desa Sekarpuro atas antusiasme serta dukungan yang diberikan selama pelaksanaan turnamen. Beliau berharap kegiatan olahraga dan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan pada tahun-tahun mendatang dapat diselenggarakan dengan lebih baik lagi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara Turnamen Voli TP PKK Desa Sekarpuro “Oruprakes JS One 2026” serta penghargaan kepada suporter terbaik. Penyerahan hadiah berlangsung penuh kegembiraan dan menjadi penutup dari seluruh rangkaian turnamen yang telah berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan.

Turnamen “Oruprakes JS One 2026” tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga berhasil menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat gotong royong, serta membangun kebersamaan antarwarga dari seluruh RW di Desa Sekarpuro. Diharapkan semangat tersebut dapat terus terjaga dan menjadi modal untuk penyelenggaraan kegiatan serupa yang semakin meriah di tahun-tahun berikutnya. (KangZen)

BWI Kabupaten Malang Laksanakan Silaturrahmi dan Verifikasi Lapangan Nadzir Wakaf Masjid Al-Mukminun Sekarpuro

Sekarpuro, 12 Agustus 2026 — Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Malang melaksanakan kegiatan silaturahmi, sosialisasi, pembinaan calon nadzir, serta verifikasi lapangan (verlap) terhadap Nadzir Wakaf Masjid Al-Mukminun Sekarpuro, Pakis, Malang, pada Rabu pagi sekitar pukul 11.00 WIB. Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Perkumpulan Darul Ilmi, Jl. Jaya Simandara II, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BWI Kabupaten Malang, H. Mulyono, beserta Sekretaris dan Bendahara BWI Kabupaten Malang. Turut hadir jajaran pengurus Perkumpulan Darul Ilmi selaku Nadzir, jajaran Takmir Masjid Al-Mukminun, perwakilan KUA Kecamatan Pakis, serta perwakilan dari Pemerintah Desa Sekarpuro.

Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Perkumpulan Darul Ilmi selaku Nadzir, H. Imam Sumantri, ST., MT., MH., yang akrab disapa Abah Imam. Dalam sambutannya, Abah Imam menyampaikan profil singkat Perkumpulan Darul Ilmi, mulai dari cikal bakal berdirinya perkumpulan, perkembangan organisasi, hingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang telah dilaksanakan.

Salah satu program sosial yang menjadi perhatian adalah pengadaan ambulans gratis yang seluruh biaya operasionalnya ditanggung oleh Perkumpulan Darul Ilmi. Selain itu, Perkumpulan Darul Ilmi juga aktif dalam kegiatan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, yang hingga saat ini telah berhasil meluluskan enam angkatan. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perkumpulan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengembangkan kegiatan sosial-keagamaan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Ketua BWI Kabupaten Malang, H. Mulyono. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan penjelasan mengenai wakaf, persyaratan hukum dan administrasi wakaf, serta hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Nadzir dalam pengelolaan wakaf. Penjelasan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh pihak, khususnya Nadzir, agar pengelolaan aset wakaf dapat dilaksanakan secara tertib, sesuai ketentuan hukum, dan memberikan manfaat yang optimal bagi umat.

Kegiatan silaturahmi dan verifikasi lapangan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara BWI Kabupaten Malang, Nadzir, Takmir Masjid Al-Mukminun, KUA Kecamatan Pakis, serta Pemerintah Desa Sekarpuro dalam upaya memastikan pengelolaan wakaf berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan dan pemaparan selesai, acara ditutup dengan doa. Secara keseluruhan, kegiatan silaturahmi, sosialisasi, pembinaan, dan verifikasi lapangan Nadzir Wakaf Masjid Al-Mukminun berlangsung dengan lancar, tertib, dan khidmat. Diharapkan kegiatan ini dapat semakin memperkuat sinergi antar-lembaga serta meningkatkan profesionalitas Nadzir dalam mengelola dan mengembangkan aset wakaf untuk kemaslahatan masyarakat. (KangZen)

Pengajian Umum dan Pertemuan Alumni PPAI Ketapang Malang Digelar di Gedung Serbaguna Desa Sekarpuro

Sekarpuro, Pakis 09-08-2026 – Gedung Serbaguna Desa Sekarpuro menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Pengajian Umum sekaligus Pertemuan Alumni Pondok Pesantren PPAI Ketapang Malang. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut diikuti oleh para alumni, tokoh agama, panitia, serta masyarakat Desa Sekarpuro dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan istighosah. Istighosah dipimpin oleh Gus H. Naharonil Falaq dan diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan mewarnai rangkaian ibadah sebagai pembuka kegiatan.

Setelah istighosah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pemerintah Desa Sekarpuro yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh tokoh agama Desa Sekarpuro, Ust. M. Atho’illah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengajian dan pertemuan alumni tersebut. Kegiatan semacam ini dinilai memiliki nilai positif dalam mempererat hubungan silaturahmi, khususnya antara para alumni PPAI Ketapang, tokoh agama, dan masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan panitia, Ustadz Nurul Yaqin, yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting NU Desa Sekarpuro. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan serta kepada para jamaah dan alumni yang telah hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Memasuki acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan Pengajian Umum yang disampaikan oleh Gus Haji Abdurrahman, yang sekaligus mewakili pengasuh Pondok Pesantren PPAI Ketapang Malang.

Dalam tausiyahnya, Gus Haji Abdurrahman mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga kesabaran dan memperbanyak rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Menurut beliau, kesabaran dan rasa syukur perlu senantiasa ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga keharmonisan keluarga, hubungan suami istri, serta hubungan antara anak dan orang tua.

Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai kesempatan untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak serta kepribadian Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi pedoman bagi umat dalam membangun kehidupan yang penuh kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.

Khusus kepada para alumni PPAI Ketapang Malang, Gus Haji Abdurrahman berpesan agar senantiasa menjaga dan mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin. Para alumni diharapkan dapat terus aktif mengikuti kegiatan-kegiatan serupa yang diselenggarakan di berbagai tempat, sehingga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antaralumni tetap terjaga meskipun telah berada di tempat dan kesibukan masing-masing.

Kegiatan Pengajian Umum dan Pertemuan Alumni PPAI Ketapang Malang tersebut berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan. Acara kemudian ditutup dengan Sholat Dzuhur berjamaah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat silaturahmi, kebersamaan, serta nilai-nilai keagamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain menjadi wadah untuk mempererat hubungan para alumni, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mengamalkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat. (KangZen)

Semangat Hari Posyandu Nasional 2026: Desa Sekarpuro Wujudkan Pelayanan 6 SPM Melalui Transformasi Kesehatan

SEKARPURO – Dalam rangka memperingati Hari Posyandu Nasional yang jatuh pada tanggal 29 April 2026, Pemerintah Desa Sekarpuro menggelar aksi nyata pelayanan kesehatan terintegrasi. Bertempat di Dusun Penjaraan Desa Sekarpuro, kegiatan kali ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung Camat Pakis, Ibu Prestiya Yunika, AP., S.Sos., M.Si., yang meninjau pelaksanaan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Transformasi Posyandu di Era Baru

Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi. Sesuai dengan arahan transformasi kesehatan nasional, Desa Sekarpuro telah mengimplementasikan layanan yang mencakup seluruh siklus hidup masyarakat melalui 6 pilar SPM :

  1. Bidang Pendidikan
  2. Bidang Kesehatan
  3. Bidang Pekerjaan Umum
  4. Bidang Perumahan Rakyat
  5. Bidang Ketentraman Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas)
  6. Bidang Sosial

Sambut Ramadan dengan Hati Bersih: Warga Sekarpuro Kompak Gelar “Gugur Gunung” di Makam Desa

SEKARPURO – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 H, semangat gotong royong kembali membara di Desa Sekarpuro. Pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, seluruh warga bersama Pemerintah Desa Sekarpuro tumpah ruah di area Pemakaman Umum Desa dalam kegiatan kerja bakti akbar bertajuk “Gugur Gunung”.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini bukan sekadar agenda bersih-bersih rutin. Ini adalah tradisi leluhur yang dijaga erat sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan sebelum memasuki bulan yang penuh berkah.

Situs Sekaran Memikat Ratusan Warga: Nostalgia Layar Tancap Sukses Digelar Akhir Pekan Kemarin

SEKARPURO – Suasana malam di Wisata Situs Sekaran, Desa Sekarpuro, tampak berbeda dari biasanya pada Sabtu dan Minggu malam kemarin (tanggal 20 – 21 Desember 2025). Ratusan warga dari berbagai usia memadati pelataran situs bersejarah ini untuk menyaksikan pemutaran film melalui layar lebar dalam tajuk hiburan Layar Tancap Rakyat.

Acara yang berlangsung selama dua malam berturut-turut ini sukses menghidupkan kembali memori masa lalu sekaligus memperkenalkan potensi wisata sejarah Desa Sekarpuro kepada generasi muda.

Upacara Memperingati Hari Guru Nasional

Selasa, 25 November 2025 menjadi momen suci bagi insan pendidik di seluruh penjuru negeri. Namun, tahun ini, peringatan Hari Guru Nasional (HGN) oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Pakis terasa istimewa dan penuh khidmat.

Dengan memilih lokasi yang kaya akan nilai historis, Situs Wisata Sekaran, para guru IGTKI Pakis tidak hanya merayakan profesi mulia mereka, tetapi juga menanamkan pesan mendalam tentang pentingnya akar sejarah dan budaya dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.