-
0 Komentar


Berita Terkait:



































































































































































































































































































Sekarpuro, 24 September 2025 – Pemerintah Desa Sekarpuro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan moral dan keagamaan di masyarakat. Bertempat di Balai Desa Sekarpuro, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan dan Penyaluran Insentif bagi para Guru Pengajar Keagamaan se-Desa Sekarpuro.
Acara ini merupakan bentuk apresiasi dan perhatian nyata Pemerintah Desa Sekarpuro atas peran mulia para guru yang tanpa lelah membimbing anak-anak desa dalam memahami nilai-nilai agama.










Sekarpuro, 23 September 2025 – Komitmen Pemerintah Desa Sekarpuro untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat kembali dibuktikan. Hari ini, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk periode 3 (Bulan Juli, Agustus, September) telah dilaksanakan dengan sukses dan tertib di Balai Desa Sekarpuro.
Bantuan ini merupakan salah satu program unggulan dari Dana Desa yang secara khusus dialokasikan untuk membantu keluarga kurang mampu dan rentan di tengah tantangan ekonomi saat ini, serta menjadi upaya nyata dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem di Desa Sekarpuro.












Sabtu, 30 Agustus 2025. Kami bangga mempersembahkan sebuah perayaan yang lebih dari sekadar tontonan. Dalam memperingati HUT Republik Indonesia ke-80, Karnaval Desa Sekarpuro 2025 hadir dengan tema yang membakar semangat: “Perjuangan dan Kemerdekaan”. Tema ini bukan hanya sekadar kata, melainkan cerminan dari jiwa dan tekad para leluhur kita yang telah berjuang demi kemerdekaan.
Karnaval ini adalah jantung dari desa kami. Ini adalah momen dimana semua elemen masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua, bersatu padu. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih sangat kuat di desa kami. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk merasakan denyut nadi Sekarpuro dan merayakan identitas yang telah membentuk kita.










Delapan dekade lalu, tepat 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Indonesia menggema di seluruh nusantara. Kini, saat kita merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia 2025, gema itu kembali terasa. Bukan lagi sekadar pekik perjuangan fisik, melainkan panggilan jiwa untuk memaknai arti kemerdekaan yang sesungguhnya.
Segenap pimpinan dan jajaran Pemerintah Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80. Semoga semangat persatuan senantiasa memperkokoh langkah kita menuju Indonesia Maju.
















Warga Desa Sekarpuro khususnya di wilayah Pemerintah Desa Sekarpuro, memiliki tradisi khas dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu malam tirakatan. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, tepatnya selepas salat magrib.
Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Untuk peringatan HUT ke-80 RI yang jatuh pada Minggu 17 Agustus 2025, tradisi tirakatan akan digelar pada Sabtu malam 16 Agustus 2025.
Suasana tirakatan begitu meriah. Jalan-jalan kecil dan gang biasanya ditutup untuk lokasi acara, di mana warga berkumpul, berdoa, dan menikmati hidangan. Selain mempererat silaturahmi, tirakatan menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan dan nasionalisme kepada generasi muda.














Tahun 2022, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat 15,5 Juta masyarakat Indonesia menderita Penyakit jantung. Kematian akibat penyakit jantung menempati posisi teratas di tingkat Dunia maupun Indonesia, dengan perkiraan satu dari tiga orang tutup usia karena penyakit ini.
Menurut data yang dikeluarkan oleh RSUD Kanjuruhan pada tahun 2024, 9.000 jiwa di Kabupaten Malang menderita Penyakit Jantung (Sumber: Radar Malang). Karena jumlah penderita penyakit jantung terbilang fluktuatif, Kabupaten Malang menginisiasi adanya senam jantung sehat dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan untuk mengirimkan perwakilan guna mengikuti pelatihan di Kabupaten.
Wahana Situs Sekaran menjadi tempat senam jantung sehat yang kini rutin dilaksanakan seminggu sekali di hari Minggu oleh Desa Sekarpuro. Kegiatan ini menjadi momen yang bukan hanya menyehatkan, tetapi mempererat kebersamaan antar masyarakat.
Senam Jantung menjadi pilihan karena memberikan banyak kebermanfaatan seperti menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan kinerja jantung, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi stress, meningkatkan daya tahan tubuh, dan banyak lagi. Dari kegiatan sederhana ini, pemerintah desa berharap masyarakat Sekarpuro dapat merasakan manfaat dan semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat.




Minggu pagi, 20 Juli 2025, Masjid Al-Anwar di Dusun Sawojajar 2, di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, dipenuhi ratusan warga yang datang sebelum fajar. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan Subuh Keliling (Suling) program rutin dari Bupati Malang yang menggabungkan ibadah, silaturahmi, dan pelayanan publik langsung di tengah masyarakat. Kegiatan dimulai dengan sholat subuh berjamaah yang diikuti oleh Bupati dan jajarannya bersama warga. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai layanan gratis, mulai dari bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan, hingga pelayanan administrasi seperti Dukcapil, SIM, KUA, dan layanan Disperindag. Semua dilakukan di satu tempat, secara langsung, dan tanpa dipungut biaya.
“Suling bukan hanya tentang ibadah subuh berjamaah, tapi juga bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” ujar Pak Bambang, salah satu penyelenggara kegiatan Suling. Ia menilai kehadiran langsung Bupati membuat masyarakat merasa lebih diperhatikan dan didengar. Hal serupa disampaikan oleh Pak Narno, warga lainnya. Menurutnya, kegiatan ini membawa suasana yang berbeda karena pemimpin daerah turun langsung ke lapangan dan menyaksikan kondisi masyarakat secara nyata. “Biasanya masyarakat harus ke kantor pelayanan, tapi hari ini semua dibawa ke sini. Ini sangat membantu,” tuturnya. Kegiatan Suling sendiri bukan hal baru. Selama dua tahun terakhir, program ini sudah berjalan sebanyak 140 kali di berbagai wilayah Kabupaten Malang. Kecamatan Pakis sudah tiga kali menjadi lokasi kegiatan, dan kali ini merupakan yang pertama di Masjid Al-Anwar.
Program ini merupakan inisiatif langsung dari Bupati Kabupaten Malang. Biasanya dilaksanakan setiap Jumat pagi, namun apabila ada kendala jadwal, pelaksanaan dialihkan ke hari Minggu seperti yang terjadi kali ini. Meski begitu, antusiasme warga tetap tinggi. Sekitar 1.500 orang hadir memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan. Kegiatan Suling memberikan nuansa baru dalam pelayanan publik. Selain memperkuat nilai religius, kegiatan ini juga membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi dan pelayanan yang humanis. Dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak besar, Suling menjadi jembatan antara pemerintah dan warga. Program ini menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan cara yang lebih dekat, langsung, dan menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
















Pada Rabu, 2 Juli 2025, Pemerintah Desa Sekarpuro menyelenggarakan kegiatan penyambutan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Kelompok 26 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sekarpuro dan menjadi momentum awal kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam rangka mendukung pembangunan berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Acara penyambutan dihadiri oleh Perangkat Desa Sekarpuro, Babinsa, Ibu Ketua TP PKK, serta berbagai lapisan masyarakat lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh terhadap program KKN sebagai sarana pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN FIA UB Kelompok 26 melakukan pemaparan terkait program kerja yang akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan di Desa Sekarpuro. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan desa dengan pendekatan partisipatif, mencakup bidang sosial, administrasi, edukasi digital, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penyambutan ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menandai awal dari proses kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.





