KUNJUNGAN MONITORING FORKOPIMDA TERKAIT PPKM

Terkait kunjungan monitoring Forkopimda terkait PPKM ke wilayah Pakis pada hari Kamis tgl 21 Januari 2021, maka diharapkan perhatiannya terhadap tempat2 usaha masyarakat, yaitu toko, warung Padang, warung lalapan ayam/bebek goreng, sate, pedagang buah, Alfa/Indomaret/toko modern dan kegiatan usaha lain, kecuali Pom bensin dan apotik, diharapkan sudah menutup usahanya malam maksimal pukul 19.00 wib, agar kades2 di daerah jalan protokol utk adakan patroli desa guna penertiban tempat2 usaha di wilayahnya masing2, yaitu sepanjang jalan raya Mangliawan, Saptorenggo, Asrikaton, Bunutwetan, Pakiskembar, Pakisjajar, Sumberpasir, Sukoanyar, Ampeldento dan Sekarpuro, demikian utk menjadi perhatian dan pelaksanaannya, 🙏🙏. Salam sehat dan tetap semangat, ….!!!

Cegah Corona, Desa Sekarpuro Semprot Disinfektan Bareng DAMKAR & PMI Kab. Malang

Sekarpuro, 27 Mei 2020. Dalam rangka pencegahan dan penanganan COVID-19, Pemerintah Desa Sekarpuro melaksanakan penyemprotan disinfektan untuk kesekian kalinya.

Kali ini, Desa Sekarpuro bekerjasama dengan DAMKAR dan PMI Kab. Malang melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Desa Sekarpuro, terutama di area-area publik seperti tempat ibadah atau sekolah.

Semoga pandemi COVID-19 segera mereda dan kita bisa beraktifitas normal seperti sedia kala.

Penyerahan Insentif Guru Ngaji Tahun Anggaran 2020

Sekarpuro, 21 Mei 2020. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang secara rutin memberikan insentif kepada Guru Ngaji yang berhak menerima.

Kegiatan ini dilaksananakan pada hari Kamis, 21 Mei 2020. Mengingat masih dalam kondisi Pandemi COVID-19, maka acara diselenggarakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan jaga jarak.

Alhamdulillah setiap guru ngaji telah menerima haknya masing-masing, semoga menjadi barokah dan bermanfaat bagi semua.

Desa Sekarpuro Siap Kelola Situs Sekaran

MALANG – Pemerintah Desa Sekarpuro siap mengelola dan mengembangkan Situs Sekaran sebagai destinasi wisata. Namun demikian, untuk pengelolaan tersebut, pihak desa menginginkan status lahan di Situs Sekaran telah diserah terimakan, dari PT Jasamarga Pandaan Malang kepada Pemkab Malang.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Sulisrmanto.  Menurut Sulirmanto, pihaknya akan senang hati jika dapat mengelola Situs Sekaran. Bahkan dia juga yakin, Situs Sekaran tidak hanya menjadi destinasi wisata budaya. Tapi juga menjadi ikon Kabupaten Malang.


“Nanti akan dipercantik kawasannya. Ada taman bermain anak, ada fasilitas olah raga dan lainnya. Sehingga orang yang berkunjung pun akan semakin nyaman,’’ kata Sulirmanto.


Dia mengatakan, untuk perbaikan dan melengkapi fasilitas di area situs, pihaknya akan menganggarkan di APBDes. Sementara untuk eskavasi lanjutan, pihaknya pun tetap meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Malang.


“Karena biaya untuk eskavasi sendiri cukup mahal. Kalau itu dibebankan ke desa terus terang kami tidak memiliki anggaran. Tapi kalau membangun fasilitas, seperti taman bermain lampu penerangan, dan fasilitas olahraga, anggaran kami masih mencukupi,’’ ungkap Sulirmanto.


Sulirmanto juga mengatakan, sebelumnya sudah membuat surat ke pihak PT JPM terkait asset Situs Sekaran. Namun tidak ada jawaban.


“Kami berharap melalui momen saat bersih-bersih Situs Sekaran semuanya memiliki pemahaman yang sama, terkait situs ini. Apalagi pak Bupati juga sudah siap memberikan dukungan,” katanya.


Sementara itu Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Wicaksono Dwi membenarkan adanya wacana Desa Sekarporo untuk mengelola Seitus Sekaran. Tapi demikian, sebelum tanah di situs tersebut dibebaskan, maka desa juga belum dapat mengelola.


Kalau hasil pertemuan sebelumnya jelas. Yaitu PT JPM sedang memproses surat hibah. Ya, PT JPM berniat menghibahkan langsung tanah it uke Pemkab Malang. “Informasinya saat ini masih dalam proses hibah. Setelah selesai, nanti akan diserahkan ke Pemkab Malang. Baru kemudian terserah Pemkab Malang akan diserahkan ke siapa,’’ katanya.


Pria yang akrab dipanggil Ucok ini juga berharap, saat mengelola nanti, pengelola harus betul-betul intens sehingga keutuhan situs pun dapat terjaga.


Kepada Malang Post, Ucok juga berharap Situs Sekaran ini dapat menjadi laboratorium penelitian. “Tapi itu nanti. Kalau sekarang fokus kami masih pada pembangunan dinding dan atap dulu. Baru kemudian proses hibah,’’ tandasnya.(ira/jon)
Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Ira Ravika

https://malang-post.com/berita/detail/desa-sekarpuro-siap-kelola-situs-sekaran

Terkait Pengelolaan Situs Sekaran, Pemkab Malang Bakal Gandeng Pemprov dan Kementrian

Bupati Malang HM Sanusi (tengah lengan baju warna merah) beserta rombongan saat mengunjungi situs Sekaran


Hingga memasuki awal tahun 2020, Situs Sekaran yang berlokasi di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, masih belum menemukan kejelasan terkait siapa yang berhak mengelolanya.


Meski demikian, situs yang diperkirakan dibangun pada abad X-XIII Masehi dan sempat tertimbun sebelum akhirnya ditemukan pada Maret 2019 ini, sudah mendapatkan “pinangan” dari beberapa pihak. 
Salah satunya dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang.


Bahkan, hari ini (9/2/2020) rombongan pemerintah dan tokoh politik mulai dari Bupati Malang HM Sanusi, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Sri Untari, hingga Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, mengunjungi salah satu situs bersejarah yang ada di Kecamatan Pakis tersebut.


Dalam kunjungannya, Sanusi mengaku saat ini pihaknya sedang intens menjalin koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim). 
Salah satu hal yang dikoordinasikan adalah terkait laporan biaya yang dibutuhkan untuk rekonstruksi situs Sekaran tersebut.


”Nanti bagaimana kelanjutannya, anggaran yang dibutuhkan akan segera kami sampaikan ke dewan untuk dianggarkan dalam APBD (Anggaran Pembelanjaan Bulanan Daerah) Kabupaten Malang,” terang Sanusi.


Langkah Pemkab Malang untuk mendapatkan hak guna mengelola Situs Purbakala tersebut, memang terbilang cukup ngotot. 


Terbukti, dalam waktu dekat ini Sanusi mengaku pihaknya bakal segera berkoordinasi  dengan instansi terkait yang ada di tingkat provinsi agar bisa meraih bantuan dari pusat.


”Jika anggaran yang dibutuhkan cukup besar, nanti kita akan mengajukan bantuan ke pusat. Akan kita sharing-kan dengan Kementrian Pariwisata dan juga Pemerintah Provinsi,” tandas Sanusi.
Terpisah, Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho, mengaku hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan berapa besaran anggaran rekonstruksi situs bersejarah yang berada di Kecamatan Pakis tersebut.


Namun untuk memastikan berapa anggaran yang diperlukan, pihaknya menyarankan agar Pemkab Malang aktif berkoordinasi dengan kementrian dan pemerintah provinsi Jatim.


”Nanti yang berperan penting untuk anggarannya adalah Pemkab Malang, kemudian bisa segera ditindaklanjuti ke pusat dan provinsi,” tutupnya.
https://jatimtimes.com/baca/208945/20200209/205100/terkait-pengelolaan-situs-sekaran-pemkab-malang-bakal-gandeng-pemprov-dan-kementrian

Wakil Bupati Malang Sanusi

Pemkab Ingin Situs Sekarpuro Jadi Lokasi Wisata Purbakala

Wakil Bupati Malang Sanusi menginginkan agar situs Sekaran, Sekarpuro dapat menjadi tempat wisata. Hal ini diungkapkannya saat hendak mengunjungi situs Sekaran, Sekarpuro, Pakis, Malang, Jawa Timur.

“Kami ingin itu nanti jadi pariwisata purbakala,” ujar Sanusi saat ditemui Republika.co.id, di Kantor Balai Desa Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang, Selasa (2/4).

Meski demikian, Sanusi mengaku, belum bisa memastikan fisibilitas harapan tersebut. Pasalnya, dia masih mengikuti hasil penelitian dan diskusi para pengelola proyek tol Pandaan-Malang. Hal ini termasuk menanti analisis dari tim arkeolog yang telah ditunjuk pemerintah pusat.

Menurut Sanusi, keberadaan situs di Sekaran menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sementara itu, keputusan pelebaran proyek tol di lokasi tersebut menjadi wewenang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Oleh sebab itu, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari pihak terkait.

“Nanti setelah selesai investigasi penangananya kayak apa kita ikuti saja. Kalau nanti dilimpahkan ke kabupaten, kami yang mengelola dan sebaliknya,” ujar dia.

Belum lama ini, terdapat laporan temuan reruntuhan situs purbakala di atas lahan proyek tol Pandaan-Malang. Situs berada di Dusun Sekaran, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang, tepatnya di atas lahan pembangunan jalan tol ruas Malang-Pandaan sektor IV, kilometer (km) 35.

Temuan ini dilaporkan berupa struktur bata yang saat ini berada di dinding tebing tanah sisi barat daya jalan tol. Situs dapat ditemukan karena level tanah direndahkan sekitar tiga meter guna pembangunan jalan tol. Menyusul temuan tersebut, pengerjaan proyek tol di lokasi tersebut dihentikan sementara.

Sumber: Republika.co.id

Kepala Desa Sekarpuro, Sulirmanto

Kades Sekarpuro Ingin Jadikan Situs Sekaran Sebagai Lokasi Wisata untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

Kepala Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sulirmanto bersyukur, telah ditemukannya situs di Dusun Sekaran.

Hal itu sejalan dengan keinginan dia yang ingin membuat tempat wisata di lokasi tersebut.

Saat dijumpai SURYAMALANG.COM (grup TribunJatim.com) pada Selasa (19/3), Sulirmanto mengaku, sudah jauh-jauh hari dirinya ingin menjadikan daerah tersebut sebagai tempat wisata.

Bahkan, sebelum ditemukannya Situs Sekaran beberapa minggu belakangan ini.

“Dusun Sekaran ini termasuk daerah yang tertinggal di Sekarpuro. Semenjak saya menjadi Kades, memang daerah ini ingin kami majukan, terutama dari sektor perekonomian warga,” ujarnya.

Kata Sulirmanto, Dusun Sekaran ini memiliki potensi untuk dijadikan tempat wisata.

Hal itu didukung dengan adanya sumber air yang melimpah di daerah tersebut.

“Nanti, kami ingin membangun sebuah kolam renang di samping sumber air yang berada di bibir Sungai Amprong. Sedangkan di Situs Sekaran ini nanti kami ingin banguna sebuah taman agar terlihat asri,” ucapnya.

Sulirmanto berharap kepada pemerintah agar melindungi dan melestarikan pengembangan Desa Sekarpuro yang mempunyai potensi wisata.

“Setelah esvakasi ini selesai, kami ingin mengajak seluruh warga di Dusun Sekaran ini untuk kerja bakti. Terutama di sekitaran sumber air yang berada di Sungai Amprong,” ucapnya.

Kini, setelah dilakukan esvakasi oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, warga Dusun Sekaran mulai memberikan akses jalan kepada para warga yang ingin berkunjung Situs Sekaran.

Di sana juga telah disediakan tempat parkir oleh warga dengan tarif Rp 2.000.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Posyandu Desa Sekarpuro, Hariyani menganggap langkah yang dilakukan oleh Kades adalah hal yang tepat.

Untuk itu, dirinya telah menyiapkan beberapa program kepada para ibu-ibu se-Desa Sekarpuro dalam menyambut kedatangan para tamu nanti.

“Kedatangan kami kemari selain untuk melihat bentuk situs yang ada, juga bertujuan agar para ibu-ibu ini tahu. Bahwa di sini telah ditemukan situs. Ini adalah potensi yang harus kami kembangkan,” ujar Hariyani yang akrab di sapa Bu Kokoh ini.

Rencananya, Bu Kokoh akan membangun ekonomi kerakyatan di Dusun Sekaran dengan menggandengan para ibu-ibu PKK.

Upayanya ialah dengan membuat souvenir, membuat produk cindera mata dan membangun warung-warung yang ada di sekitaran Situs Sekaran.

“Pada intinya ini adalah rencana kami bersama. Dengan upaya itulah kami bisa memberdayakan masyarakat sekitar sini dengan membangun ekonomi kerakyatan. Semoga pemerintah bisa mendengar aspirasi dari kami, agar situs ini nantinya bisa dilestarikan lagi dan dibangun sebuah tempat wisata,” tandasnya.

Sumber: TribunJatim.com