Khidmat dan Syukur: Pemdes Sekarpuro Gelar Tasyakuran & Do’a Bersama HUT RI ke-81 dan Haul Bapak Marso Kepala Desa Sekarpuro ke 4
Sekarpuro, 16 Agustus 2026 – Dalam suasana khidmat menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa Sekarpuro menggelar acara Tasyakuran dan Do’a Bersama. Acara yang berlangsung di Balai Desa Sekarpuro ini dihadiri oleh sekitar 90 orang, terdiri dari unsur pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.


Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Syaiful Rosyid, S.E., M.Si., anggota DPRD Kabupaten Malang, yang turut membaur bersama masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membakar semangat nasionalisme para hadirin. Kemudian, suasana menjadi lebih khusyuk dengan pembacaan surat al-Waqi’ah dan Istighotsah yang dipimpin oleh Ust. M. Atho’illah.




Agenda dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil dan do’a yang ditujukan secara khusus kepada para pahlawan bangsa yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Do’a ini juga bertepatan dengan Haul ke-54 Bapak Marso, Kepala Desa Sekarpuro yang ke-4. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Ustadz Nurul Yaqin, selaku Ketua Pengurus Ranting NU Desa Sekarpuro.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Sekarpuro, Bapak Sulirmanto, S.M., menyampaikan bahwa tasyakuran dan do’a bersama ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sekarpuro. “Sebelum acara malam ini, kami telah melaksanakan Khotmil Qur’an dan ziarah ke makam para pahlawan yang ada di Sekarpuro pada pagi harinya,” ungkap Bapak Sulirmanto.
Lebih lanjut, beliau berharap melalui perantara do’a dan tasyakuran ini, seluruh rangkaian acara peringatan kemerdekaan, khususnya Karnaval Budaya yang akan digelar pada tanggal 29 Agustus mendatang, dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses.




Acara Tasyakuran & Do’a Bersama ini ditutup dengan pembacaan do’a oleh KH. Nur Yasin, Ketua Ro’is PRNU Sekarpuro. Sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan dan kelancaran acara, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng, yang kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan santap hidangan khas nusantara bersama. Kehangatan dan kebersamaan tampak jelas di wajah seluruh hadirin, mencerminkan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. (kangZen)

























































